makam mbah terong peot






 sesudah selesai ziarah saya berlanjut ke makam mbah buyut terong peot...

lokasi masih di kabupaten sumedang, dari makam eyang pangeran sugih dari pangkalan ojeg gunung puyuh belok kanan jalan yang arah menuju ke batu gara....

awal nya saya sendiri tidak tahu lokasi makam eyang terong peot, seiring perjalanan saya terus menanyakan tentang keberadaan makam eyang terong peot, karena kabupaten banyak unjur unjur gunung atau perbukitan, banyak makam keramat berada di atas bukit, jadi gak usah heran kalau perjalanan nya yang terus semakin menanjak, seperti hal nya yang akan saya kunjungi dan saya ziarahi ke makam eyang terong peot, saya bersamangat untuk ziarah ada pituduh dari satu penziarah, kalau mau mengikuti alur dan jalan nya, kalau mau ziarah di kota/kabupaten sumedang awal pertama, ke gunung nantung terus di lanjut ke makam eyang terong peot di sebut eyang pancer buana, nah sesudah di kunjungi baru bisa ke penziarahan lain nya, benar apa tidak nya seperti itu,...dari keterangan seorang penziarah itu, buat saya sendiri adalah salah satu untuk napak tilas, untuk menggali sejarah jaman dulu, kita yang masih hidup hanya bisa bantu untuk mendoakan nya, semoga paraleluhur kita, di terima iman islam nya, di ampuni segala dosa perdosaan nya, dan di tempatkan tempat yang mulya dan di tempatkan di surga nya Allah S.w.t...

tak terasa perjalan udah hampir 2 jam lamanya, setiba di makam eyang terong peot atau di sebut eyang pancer buana, saya menanyakan di lokasi tersebut, menanyakan juru kunci terlebih dahulu, waktu itu yang saya ketemui juru kunci nya usia nya hampir 90 tahun udah tua, saya tidak sempat menanyakan nama nya, juru kunci tersebut, saya menyebut nya cukup abah saja...

selama di rumah si abah, saya di suguhi makanan hanya gula aren atau gula merah asli buatan daerah kampung si abah, rasa nya benar benar manis....

ada satu yang membuat saya aneh dan heran si abah bercerita selama bertahun tahun jadi juru kunci makan eyang terong peot, si abah pernah bermimpi" nanti ada cucu eyang yang jauh bakal silaturahmi untuk berziarah sekaligus mensucikan memurnikan tempat peristirahat makam eyang " ujar cerita si abah kepada saya dalam mimpi nya"..

sesudah si abah bercerita tentang mimpi nya tadi" si abah menakoni atau menanyakan kepada saya...ujang anu di mana..? kamu berasal dari mana?  jawab saya" saya dari bogor mbah" ujar"  saya kepada si abah...dan si abah menanyakan kembali" di leubeut tas ujang nyandak naon..?  artinya di dalam tas bawa apa..? ujar si abah menanyakan kepada saya, di dalam tas yang saya bawa, sihung macam, kuku macam, dan kulit macam" ....begitu saya sebutkan yang ada di dalam tas, yang saya bawa, si abah malah terdiam dan tercengang mendengar nya" si abah malah menyimpulkan tentang pendirian dan ke yakinan nya" bahwa saya ini cucu nya eyang" bertahun tahun si abah menunggu nya" seakan akan dalam mimpi nya itu terjawab sekarang dan merasa tenang" si abah sakin percaya kepada saya, menyuruh saya nanti kalau ziarah, abah duluan yang berdoa nanti kamu yang nerusin, ujar" si abah kepada saya....

dan saya menjawab iya..mbah nanti begitu abah duluan membaca doa selanjut saya yang melanjutkan doa nya" ujar saya kepada si abah...

saya dan si abah bergegas langsung berangkat menuju makam eyang terong peot, setiba di lokasi, si abah langsung membacakan doa, 3 menit berlalu si abah menyuruh saya lanjutkan doa nya, dan saya pun melanjutkan nya....

saya dan si abah baru pertengahan membaca doa" karna posisi makam gak jauh dari pintu masuk makam" ada 3 orang yang masuk dia langsung duduk di belakang saya, dan langsung mengikuti bacaan doa yang saya bacakan....2 menit kemudian doa selesai...

3 orang di belakang saya, langsung menyapa si abah untuk meminta doa, yang meminta doa kepada si abah dari 3 orang itu satu orang wanita, yang wanita ini seorang ibu  menyodorkan sebotol aqua untuk di bacakan doa oleh si abah"....

si abah malah menolok nya, dan melemparkan kepada saya suruh saya yang membacakan doa nya kepada si ibu tersebut yang meminta doa kepada si abah....

karna si abah sendiri menyuruh saya mendoakan si ibu tersebut dengan sebotol aqua, sebelum saya mendokan nya, saya bertanya kepada si ibu" 

ibu punya persoalan apa, ? ujar saya kepada si ibu...

ibu " persoalan saya" saya lagi nanam padi di sawah sekarang" udah mau panen" cuman banyak hama nya, banyak   sekumpulan monyet yang datang, merusak tanaman padi saya" ujar saya si ibu kepada saya..." iya ibu, saya sebagai manusia biasa sama hal nya dengan ibu hanya bisa bantu doa saja, semoga persoalan ibu yang di maksud di jabah oleh Allah s.w.t....

tak lama saya doakan si ibu itu, si ibu langsung mengeluarkan amplop, memberikan rezeki kepada saya, dan sayapun menerima nya, lalu saya kasihkan lagi sama si abah, mungkin si ibu ini sering meminta doa kepada si abah, karna terlihat dari kata kata nya,emosional  kedekatan dengan si abah...

si abah menceritakan keadaan yang sekarang tentang makam eyang terong peot, selama ini yang ziarah gak terlalu banyak kaya dulu, setiap hari 1 sampai 2 orang saja kadang tidak ada sama sekali" harapan dan doa si abah" moga aja kedatangan ujang,  menjadikan wasilah,dan keberkahan sesudah berdoa di makam eyang terong peot, yang tadi sedikit, banyak peziarah yang berdatangan kembali,....ujar si abah kepada saya....dan sayapun mengucapkan Amiin yarobbal Alamin..

Jawaban Kedua : setelah melihat penjelasan diatas dari jawaban kesatu sudah jelas bahwa nama MBAH TERONG PEOT MAKAM HIJI BAKOM adalah sebuah petilasan Pangeran Kian Santang yang menggunakan nama dari buah pohon Ki Segel mirip terong yang peot tetapi pohonnya sekarang sudah mati lapuk karena termakan usia, sementara EYANG TERONG PEOT (Batara Pancer Buana) adalah seorang Patih Kerajaan Pajajaran kepercayaan Prabu Siliwangi yang berada di Kerajaan Sumedang Larang. Maka kesimpulannya adalah tempat ini hanya mempunyai kesamaan nama dan istilahnya saja namun orangnya sudah jelas sangat berlainan. ..

Kenapa tempat ini sekarang dinamakan Petilasan MBAH TERONG PEOT MAKAM HIJI BAKOM ? Sebetulnya sebelum ada proyek pelebaran dan pengaspalan  jalan pada tahun 1976, petilasan ini terletak disebelah timur jalan. Sebagai tanda/cirinya ada sebuah pohon yang tinggi dan besar (kiara) dengan nama pohon KI SEGEL yang berbuah lebat seperti TERONG, sehingga apabila buahnya sudah tua akan menjadi PEOT dan jatuh ke tanah. Untuk mengabadikan tempat ini supaya tidak hilang, Kepala Dusun Tambleg Bapak Sumarno dibantu penduduk setempat saat itu membangun sebuah makom baru yang jumlahnya hanya satu (HIJI bhs. Sunda). Tetapi lokasinya dipindah kesebelah barat jalan seperti yang tampak pada gambar. Karena makomnya hanya HIJI (satu) yang terletak di Bakom, maka penduduk setempat memberi nama : PETILASAN MBAH TERONG PEOT- MAKAM HIJI BAKOM.

Menurut cerita yang sumbernya dari pengurus Petilasan Mbah Terong Peot Makam Hiji bakom (Bp Karyo beliau adalah Kuncen Dusun Tambleg Desa Tambaksari) menceritakan bahwa alkisah dari seorang Waliyullah Pangeran Kian Santang melakukan perjalanan dalam rangka penyebaran agama islam sekaligus sebagai utusan kerajaan Pajajaran untuk menjalin hubungan kerjasama dalam berbagai hal, selain itu beliau adalah murid / santri dari Raden Pattah seorang Waliyulah dari kerajaan Demak di tanah Jawa. Beliau ditemani oleh dua orang pengawal setianya yaitu Aki Cakra Gumilang dan Nini Ratna Gumilang yang mempunyai hewan peliharaan seekor Kerbau betina yang sangat besar dan bertanduk dablang. 

Kejadian ini terus berlanjut berulang-ulang, sehingga apabila beliau  melakukan perjalanan selalu singgah beberapa waktu lamanya untuk memulihkan tenaga ditempat ini (Petilasan Makam Hiji Bakom nama sekarang). Selanjutnya tempat ini bukan hanya sekedar dijadikan persinggahan, malahan Beliau menjadikannya  sebuah tempat untuk pusat penyebaran agama Islam di daerah Bakom dan sekitarnya...

Mengenai penjelasan dan penafsiran diatas diharapkan bukan hanya sekedar legenda, karena penelusuran catatan sejarah ini sudah ada sejak jaman dulu. Kami (penulis) bermaksud menambahkan sebuah kisah perjalanan seorang Waliyullah Pangeran Kian Santang dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Bakom Dsn. Tambleg Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.

.Sebelum mengakhiri dalam rangka menggali cerita muatan lokal ini, kami mengucapkan terimaksih yang tak terhingga kepada bapak Karyo selaku Kuncen Petilasan mbah Terong Peot yang telah memberikan sekilas cerita turun temurun ini, mudah mudahan bisa menambah wawasan pengetahuan dengan harapan supaya cerita ini tetap ada dan tidak hilang ditelan masa. ..


sumber : yayasan paniisan cempaka warna

Komentar

Nyailala mengatakan…
Ki itu makam siapa Ki yang di ziarahin ya
Nyailala mengatakan…
Ki lgi ziarah ya
Nyailala mengatakan…
Ki ziarahnya banyakan ya

Postingan populer dari blog ini

Aki Saepudin Si Anak Gunung Pengembala Milenial

PROFIL YAYASAN PANIISAN CEMPAKA WARNA