Di Gunung Salak Bogor


 di mulai awal tahun 2017, saya beserta keluarga besar saung paniisan cempaka warna, selalu melakukan ziarah ke gunung salak bogor, sampai dengan sekarang ini, sebelum nya, saya dan keluarga saung paniisan cempaka warna rutin setiap bulan nya, selalu ziarah ke daerah kabupaten sumedang, ter utama yang saya tuju adalah ke gunung lingga ke makam eyang prabu tajimalela dan eyang pangeran sugih....

sehubungan dengan adanya inpormasi, banyak tamu yang berdatangan ke saung paniisan cempaka warna, banyak usulan kepada saya, untuk ziarah ke gunung salak, karna di gunung salak banyak sekali situs situs punden berundak atau petilasan pareleluhur sunda pada masa nya... 

karna dari tamu yang silaturahmi, sehingga keluarga besar saung paniisan cempaka warna, meminta kepada saya, untuk ziarah ke gunung salak, karna banyak dorongan atau usulan yang masuk akhir nya, pada saat itu saya memutuskan besok Kita ziarah ke gunung salak,.

dan saya pun mengintruksikan nya kepada keluarga besar saung paniisan cempaka warna....

ke esokan hari nya, saya dan keluarga besar saung paniisan cempaka warna, berangkat ziarah ke gunung salak...

dari saung paniisan cempaka warna, tidak jauh kurang lebih 30 menit saja, untuk nyampai ke gunung salak, setiba dari rumah mbah sain selaku juru kunci gunung salak, saya pun mulai bercakap cakap, sebelum ziarah ke gunung salak dan menceritakan semua nya, baik dari situs situs atau makam makam keramat yang berada di gunung salak beserta history nya...

mbah sain pun menceritakan dari mulai uyut esih, uyut tolok, dan eyang Raksa bumi, karna dari 3 makam tersebut udah terdaftar dan di akui oleh dinas cagar budaya dan dinas pariwisata kabupateb bogor...mbah sain memaparkan nya kepada saya dan keluarga besar paniisan cempaka warna...

Tiga makom kuno yang ditemukan di puncak Gunung Salak, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sering didatangi peziarah dan wisatawan.


"Ada tiga makom kuno di puncak Gunung Salak. Sejak ditemukan ratusan tahun lalu makam ini sering dikunjungi wisatawan dan peziarah hingga sekarang," kata Mbah Sain, juru kunci Situs Pasir Kramat di Desa Calobak, Kabupaten Bogor, 


mbah sain "menceritakan, ketiga makam yang berada satu jalur sampai ke puncak Gunung Salak itu adalah makam "Uyut Esih" dengan tanda bangunan dari batu serta makam kuno "Uyut Tolok".


Makam ketiga berada di lokasi paling puncak, terdapat bangunan "punden berundak" sebagai tempat suci yang diduga digunakan beribadah oleh manusia zaman purba.


Di makam ketiga ini juga ditemukan pula tiga makam tokoh Sunda kuno, yakni "Eyang Raksa Bumi", "Mamak Haji Ali Sakti", dan "Mamak Haji Anta Ajimah".


mbah sain selaku juru kunci mengatakan Situs Calobak atau situs Pasir Kramat adalah peninggalan jejak eksistensi kerajaan-kerajaan Sunda yang berpusat di Bogor.


"Situs ini diperkirakan sudah ada mulai dari era Kerajaan Salaka Nagara abad 1 Masehi, Kerajaan Taruma Nagara, Kerajaan Sunda Galuh hingga Kerajaan Pajajaran abad ke-16 Masehi," katanya.


Kawasan di sekitar Calobak, sejak era Kerajaan Sunda kuno, dikenal sebagai pusat "kabuyutan sepuh". Hingga kini kawasan Situs Calobak dirawat langsung oleh masyarakat setempat.


mbah sain menceritakan, saat ini jalan menuju lokasi situs calobak kurang mendapatkan perhatian. Jalan sudah rusak mulai dari jalan masuk ke Kampung Calobak.


Begitu juga dengan jalan menuju ke titik situs Calobak di puncak Gunung Salak, masih kurang aman dilintasi wisatawan dan peziarah...ujar mbah sain kepada saya dan keluarga besar yayasan paniisan cempaka warna...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aki Saepudin Si Anak Gunung Pengembala Milenial

PROFIL YAYASAN PANIISAN CEMPAKA WARNA